- Filantropi Islam, Investasi Masa Depan Umat
- Kota yang Berenda Senja
- Teladan Kepemimpinan Buya Hamka
- Novotel Mekah Jadi Kampung Haji
- RZ Salur APD ke Relawan Karhutla
- Usaha Mustahik Aceh Dipulihkan
- Kuwait dan Muhammadiyah Bangun RS
- Mendikti Perluas Akses Pendidikan Tinggi
- Baznas Perluas Jalur Kuliah via Zakat
- Baznas Buka Beasiswa Timur Tengah
Kuwait dan Muhammadiyah Bangun RS

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Muhammadiyah.or.id
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Kedutaan Besar Kuwait membuka penjajakan kerja sama di sejumlah sektor, meliputi pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan. Salah satu peluang yang mendapat respons positif dari Duta Besar Kuwait, H.E. Khalid Jassim Alyassin, adalah rencana pembangunan rumah sakit (RS).
Penjajakan tersebut berlangsung dalam pertemuan di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/10).
Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dan Agung Danarto, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, serta Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin.
Baca Lainnya :
- Pemuda Masjid Dunia Perkuat Kemitraan 0
- Ini Beasiswa Rp130 Juta Mahasiswa Sudan 0
- Ziswaf Dunia Jadi Solusi Krisis Iklim0
- Pajak dan Zakat Jadi Isu Global 0
- Zakat Mal di Maladewa Melonjak 0
Haedar Nashir menjelaskan bahwa hubungan Muhammadiyah dengan Kuwait telah berlangsung selama sekitar 20–30 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, Kuwait telah memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan dakwah Muhammadiyah, khususnya pembangunan masjid dan pengembangan pendidikan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Kuwait sudah mengenal Muhammadiyah. Selama 20–30 tahun, Muhammadiyah dan Kuwait telah menjalin kerja sama. Kuwait banyak membantu Muhammadiyah, terutama dalam pembangunan masjid dan pendidikan,” ujar Haedar.
Dalam kesempatan itu, Muhammadiyah turut menawarkan peluang kolaborasi di sektor kesehatan melalui rencana pembangunan rumah sakit. Skema yang dibahas mencakup penyediaan lahan oleh Muhammadiyah, dengan Bekasi sebagai salah satu lokasi yang sempat dipertimbangkan.
Duta Besar Kuwait menyambut baik usulan tersebut dan meminta Muhammadiyah menyusun proposal agar rencana itu dapat dibahas lebih lanjut bersama pihak-pihak terkait.
Meski mendapat tanggapan positif, pembangunan rumah sakit tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Hingga saat ini, belum ada keputusan final mengenai pelaksanaan pembangunan maupun skema pendanaannya.
Melalui penerjemah Muhammad Nahdi, Duta Besar Kuwait juga menyampaikan harapan agar hubungan dengan Muhammadiyah semakin kuat dan berkembang melalui kerja sama di berbagai bidang.
“Pertemuan ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih besar di kemudian hari. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan dunia. Kerja sama dapat dikembangkan di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan bidang-bidang lain yang memungkinkan untuk dikerjasamakan,” ujar Muhammad Nahdi menerjemahkan pernyataan Duta Besar Kuwait.
Selain sektor kesehatan, Haedar mengungkapkan bahwa Muhammadiyah menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi bagi kaum duafa di sejumlah daerah. Inisiatif tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu bidang kolaborasi untuk memperluas manfaat kerja sama bagi masyarakat.
Melalui pertemuan ini, Muhammadiyah berharap hubungan yang telah terbangun selama puluhan tahun dengan Kuwait dapat semakin berkembang. Kolaborasi tersebut diharapkan diwujudkan dalam program konkret yang mencakup pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.muhammadiyah.or.id











.png)
.png)