Sumbar Himpun Rp1,67 M untuk Palestina

By Revolusioner 05 Okt 2026, 07:42:47 WIB Palestina
Sumbar Himpun Rp1,67 M untuk Palestina

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Timesindonesia.co.id


Aksi Bela Palestina yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumbar (Sumatera Barat), Minggu (4/10/2026), berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1.677.299.899. Tak hanya uang, masyarakat Sumbar juga menyumbangkan 0,5 emas, 10 gram perak, 32 ringgit, dan 10 riyal.

Namun, di balik besarnya donasi tersebut, ada hal yang lebih mengharukan, yakni ketulusan masyarakat Sumbar dalam menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Di bawah terik matahari, masyarakat dari berbagai kalangan hadir untuk menyuarakan dukungan dan memberikan bantuan. Aksi tersebut menjadi bukti bahwa jarak geografis tidak menghalangi kepedulian terhadap sesama manusia.

Baca Lainnya :

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumbar, Bank Nagari, instansi vertikal, hingga masyarakat luas.

"Terima kasih kepada seluruh OPD Pemprov Sumatera Barat, Bank Nagari, instansi vertikal, dan seluruh masyarakat Sumatera Barat yang telah memberikan donasi untuk Palestina," kata dia.

Secara khusus, Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada QUPRO Indonesia yang aktif menggalang solidaritas dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut dia, besarnya donasi yang terkumpul mencerminkan kepedulian masyarakat Sumbar terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan yang dihadapi rakyat Palestina.

Aksi solidaritas ini digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al Sattari, Bang Onim, Opick Tombo Ati, serta Izzatul Islam.

Solidaritas Palestina dan Semangat Perjuangan Sumbar

Dalam sambutannya, Mahyeldi mengaitkan aksi solidaritas tersebut dengan sejarah panjang perjuangan Sumatera Barat dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Ia menjelaskan, penetapan 1 Oktober sebagai Hari Jadi Sumatera Barat bertepatan dengan peristiwa pengambilalihan kembali Keresidenan Sumatera Barat dari pemerintahan Jepang pada 1 Oktober 1945.

"Ini dilandaskan dari peristiwa diambil alihnya Residen Sumatera Barat dari pemerintahan Jepang. Maka dari situlah 1 Oktober dijadikan sebagai Hari Jadi Sumatera Barat," ujar dia.

Mahyeldi mengatakan, perjalanan bangsa Indonesia telah diwarnai berbagai tantangan dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, semangat perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi penerus. "Perjalanan bangsa ini sudah begitu panjang, dan kita telah mengalami tantangan demi tantangan," kata dia.

Ia menegaskan, Sumatera Barat memiliki kontribusi besar dalam sejarah Indonesia dengan melahirkan sejumlah tokoh dan pejuang bangsa, di antaranya Agus Salim, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Mohammad Natsir, dan Mohammad Yamin.

"Ini menunjukkan kepada kita betapa besarnya kontribusi Sumatera Barat untuk Indonesia, dengan menghadirkan putra-putri terbaiknya, dengan menghadirkan generasi-generasi terbaiknya demi untuk Indonesia," ujar dia.

Mahyeldi juga mengingatkan peran penting Sumatera Barat dalam lahirnya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) serta Mosi Integral Mohammad Natsir yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia kembali kepada bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sumatera Barat melahirkan pejuang, menghadirkan pendiri, menghadirkan proklamator, menghadirkan penyelamat, dan menghadirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas dia.

Ia meminta semangat perjuangan tersebut terus dijaga, termasuk melalui kepedulian terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

"DNA Bapak, Ibu, anak, cucu suku Sumatera Barat adalah DNA pejuang, DNA pendiri, DNA NKRI. Maka dari itu, siapa yang akan merusak NKRI, maka Sumatera Barat, masyarakat Sumatera Barat harus tampil terdepan untuk menyelamatkan NKRI," kata dia.

Dubes Palestina Terharu, Bantuan Indonesia Sampai ke Gaza

Suasana haru semakin terasa ketika Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Barat, atas dukungan yang terus diberikan kepada rakyat Palestina.

Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan pengalaman keluarganya menerima bantuan makanan dari Indonesia yang telah sampai ke Gaza. Bantuan itu menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masyarakat Indonesia dirasakan langsung oleh warga Palestina.

"Saya tanya kepada anak saya, apakah kalian punya makanan di Gaza? Dia mengatakan ada satu bungkus yang di sana tertulis 'Bantuan dari Indonesia'. Kami berterima kasih dari lubuk hati kami yang paling dalam," ujar dia.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia bukan sekadar angka dalam laporan donasi, melainkan memiliki arti besar bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi kesulitan.

Duta Besar Palestina juga menyampaikan keyakinannya bahwa kemerdekaan Palestina akan segera terwujud. Ia mengapresiasi masyarakat Sumbar yang tetap menunjukkan solidaritas, bahkan rela hadir di bawah terik matahari demi menyuarakan dukungan.

"Bapak/Ibu semua duduk di bawah terik matahari untuk Palestina pada hari ini. Harga yang maha mahal yang kami bayar ini, insya-Allah hasilnya adalah kemenangan, kemerdekaan, dan kebebasan Palestina," kata dia.

Aksi Bela Palestina di Sumbar pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan penggalangan dana. Di balik Rp1,67 miliar yang terkumpul, tersimpan pesan kemanusiaan bahwa kepedulian, ketulusan, dan harapan untuk kemerdekaan Palestina tetap hidup di hati masyarakat Indonesia.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.timesindonesia.co.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment